Author: massaint

  • Berlomba Mencari Pahala di Bulan Suci Ramadhan

    Gak kerasa udah sekitar 1 tahun aku nulis blog ini, seingetku dulu juga bertepatan pas bulan
    Ramadhan juga. Ada satu hal yang ingin aku katakan pada Ramadhan ini, khususnya untuk diriku
    sendiri. Mungkin kita semua udah tau en bosen denger dengan kata2 … “Marilah kita
    berlomba-lomba mengumpulkan/mencari pahala di bulan suci Ramadhan ini, karena nilai nya yang
    berlipat ganda dibanding bulan biasanya”.

    Bukan berarti aku tidak setuju dengan kata-kata ini, melainkan mengkhawatirkan “implementasi”
    yang berlebihan dari orang2 yang mendengarkan dan ingin menjalankannya, terutama diriku. Ada
    kecenderungan bagi beberapa orang, untuk “enggan” melakukan berbuat baik, entah menolong
    sesama, lebih mengalah, lebih bersabar, bersedekah, beribadah lebih dari biasanya … jangankan
    lebih … kadang2 melakukan apa yang udah wajib aja masih enggan … apalagi lebih!

    Tapi hebatnya manusia, kl dikerjakan rame2 … biasanya baru “SEMANGAT” … krn apa ? Ada yang
    emang jadi termotivasi krn ada yang mengingatkan, tp ada juga yang karena:1. malu kl gak
    ikut2an …. takut dikatain or diejek or diomongin gak enak2. kebalikan dari point 1 …. emang
    pengen dibilang “orang yg baik”Aku lebih menekankan pd diriku sendiri terutama tentang point no
    2 … Lebih baik aku berbuat baik or mencari pahala tanpa orang lain tahu atau sedikit orang
    saja yang tahu, itupun krn kita melibatkan orang2 tersebut dalam kegiatan2 tsb. Kl perlu orang
    lain jgn sampe tau, hal ini membuatku lebih “puas” dlm menjalankan ibadah … dibanding kl
    orang laen tau dan apalagi sampe “mendapat” pujian segala…

    Untuk point no 1, mending takut malu or dikatain jelek daripada gak berbuat sama sekali …
    tho sebenernya kita ingin melakukannya … tp masih kurang ada keberanian Ya marilah kita
    berlomba mencari pahala! Gak usah dihebohkan! Yang penting laksanakan! Lakukan dengan ikhlas!

    Met berpuasa! Sampe ketemu di hari yang Fitri! THR sebentar lagi ! *pake nada nyanyi Lebaran
    sebentar lagi*Popularity: 6%[?]

  • Cara Melakukan Koneksi dengan Bluetooth Modem / GPS Bluetooth di MacOS X

    Terkesan sepele bukan? Yup, betul. Sangat mudah melakukan hal ini di Windows XPTernyata di Mac
    OS X tidak semudah itu, meskipun tidak sulit … tp caranya sedikit tricky … Apa sih
    problemnya?

    Problemnya, Wizard nya Mac OS X dirancang untuk koneksi sepihak, alias “dipaksa” agar device
    yg akan dikonek yg musti menulis PIN supaya bisa terhubung dengan si Mac. Kenyataannya kadang2
    kebalik, si Mac yang mustinya isi PIN nya sang device. Tips nya:1. System Preferences –
    Bluetooth – Devices – Setup New Device – Pilih Any Device – Passkey Options (Do Not Use Passkey
    with this Device) – Pilih Device yang diinginkan – Continue2.

    Kembali ke Menu System Preferences – Bluetooth – Devices – Pilih Device yang baru saja
    diconfigure3. Pilih Edit Serial Ports – Silahkan Ganti Nama Serialnya (tidak perlu) – Ganti
    Device Service menjadi Serial Port – Port Type : RS-232 – Aktifkan option Require Pairing for
    Security – jika perlu aktifkan juga Show in Network Preferences.

    Nah berikutnya tinggal akses device tersebut dari software yang sesuai, dan nanti saat akan
    melakukan koneksi pertama kali akan ditanyakan PIN si device tersebut dan silahkan diisi. Untuk
    Bluetooth Modem, silahkan gunakan Modem Script: Zoom Bluetooth Modem (v.90). Kl Billionton
    Bluetooth Modem, katanya sih bisa pake any modem script yg v.90. Mudah2an bermanfaat
    Popularity: 5%[?]

  • Memanfaatkan Fasilitas UDEV di Linux untuk Pengalamatan Hardware

    Berawal dari sebuah kebutuhan untuk memasang 5 USB GSM Modem pada sebuah mesin Linux. Untuk
    mengaktifkan GSM Modem dan berkomunikasi dengan si alat mungkin bukan masalah yang berat,
    tetapi bagaimana jika alat tersebut lebih dari 1, semua nya 1 tipe. Permasalahannya adalah
    bagaimana memaksa agar GSM Modem yg bernomer X akan selalu beralamatkan USB0, GSM Modem dengan
    SIM Card Y ada di alamat USB1, dst.Ternyata kita bisa menyiasatinya dengan UDEV. Di kasus ini,
    terdapat 2 USB Hub, dan anggap saja 8 USB GSM Modem … maka hal yg perlu dilakukan:1.

    Ketahui urutan alamat Port di USB Hub, mana yg USB Hub pertama dan mana USB Hub yang kedua,
    lalu di masing2 USB HUB … cari tau mana port 1, 2, 3, dan 4 (atau lebih). Caranya:- jalankan
    dmesg atau tail -f /var/log/messages … dan colokan USB GSM Modem/USB apapun di salah satu
    port di USB Hubusb 2-2.4: new full speed USB device using ohci_hcd and address 7pl2303
    2-2.4:1.0: PL-2303 converter detected—> (2-2.4) artinya USB Hub kedua, port ke-4atauusb 2-1.3:
    new full speed USB device using ohci_hcd and address 8pl2303 2-1.3:1.0: PL-2303 converter
    detectedusb 2-1.3: PL-2303 converter now attached to tty USB4—> (2-1.3) artinya USB Hub
    pertama, port ke-3Untuk mendapatkan informasi lebih detil, jalankan:udevinfo -a -p
    /sys/class/tty/tty USB4Hasilnya:udevinfo starts with the device the node belongs to and then
    walks up thedevice chain, to print for every device found, all possibly useful attributesin the
    udev key format. Only attributes within one device section may be used together in one rule,to
    match the device for which the node will be created.looking at class device ‘/sys/class/tty/tty
    USB4’:SYSFS{dev}=”188:4″follow the class device’s “device”looking at the device chain at
    ‘/sys/devices/pci0000:00/0000:00:01.3/usb2/2-1/2-1.1/2-1.1:1.0/tty
    USB4’:BUS=”usb-serial”ID=”tty USB4″SYSFS{detach_state}=”0″looking at the device chain at
    ‘/sys/devices/pci0000:00/0000:00:01.3/usb2/2-1/2-1.1/2-1.1:1.0’:BUS=”usb”ID=”2-1.1:1.0″SYSFS{b
    Alternate Setting}=” 0″SYSFS{b Interface Class}=”ff”SYSFS{b Interface Number}=”00″SYSFS{b
    Interface Protocol}=”00″SYSFS{b Interface Sub Class}=”00″SYSFS{b Num
    Endpoints}=”03″SYSFS{detach_state}=”0″looking at the device chain at
    ‘/sys/devices/pci0000:00/0000:00:01.3/usb2/2-1/2-1.1’:BUS=”usb”ID=”2-1.1″SYSFS{b Configuration
    Value}=”1″SYSFS{b Device Class}=”00″SYSFS{b Device Protocol}=”00″SYSFS{b Device Sub
    Class}=”00″SYSFS{b Max Power}=”500m A”SYSFS{b Num Configurations}=”1″SYSFS{b Num Interfaces}=”
    1″SYSFS{bcd Device}=”0001″SYSFS{bm
    Attributes}=”80″SYSFS{detach_state}=”0″SYSFS{devnum}=”11″SYSFS{id Product}=”1080″SYSFS{id
    Vendor}=”0eba”SYSFS{manufacturer}=”Prolific Technology
    inc.”SYSFS{maxchild}=”0″SYSFS{product}=”USB-Serial Controller”SYSFS{speed}=”12″SYSFS{version}=”
    1.10″looking at the device chain at
    ‘/sys/devices/pci0000:00/0000:00:01.3/usb2/2-1’:BUS=”usb”ID=”2-1″SYSFS{b Configuration
    Value}=”1″SYSFS{b Device Class}=”09″SYSFS{b Device Protocol}=”00″SYSFS{b Device Sub
    Class}=”00″SYSFS{b Max Power}=”100m A”SYSFS{b Num Configurations}=”1″SYSFS{b Num Interfaces}=”
    1″SYSFS{bcd Device}=”0312″SYSFS{bm
    Attributes}=”e0″SYSFS{detach_state}=”0″SYSFS{devnum}=”10″SYSFS{id Product}=”9254″SYSFS{id
    Vendor}=”058f”SYSFS{manufacturer}=”ALCOR”SYSFS{maxchild}=”4″SYSFS{product}=”Generic USB
    Hub”SYSFS{speed}=”12″SYSFS{version}=” 1.10″looking at the device chain at
    ‘/sys/devices/pci0000:00/0000:00:01.3/usb2’:BUS=”usb”ID=”usb2″SYSFS{b Configuration
    Value}=”1″SYSFS{b Device Class}=”09″SYSFS{b Device Protocol}=”00″SYSFS{b Device Sub
    Class}=”00″SYSFS{b Max Power}=” 0m A”SYSFS{b Num Configurations}=”1″SYSFS{b Num Interfaces}=”
    1″SYSFS{bcd Device}=”0206″SYSFS{bm
    Attributes}=”c0″SYSFS{detach_state}=”0″SYSFS{devnum}=”1″SYSFS{id Product}=”0000″SYSFS{id
    Vendor}=”0000″SYSFS{manufacturer}=”Linux 2.6.11-1.27_FC3
    ohci_hcd”SYSFS{maxchild}=”2″SYSFS{product}=”OHCI Host
    Controller”SYSFS{serial}=”0000:00:01.3″SYSFS{speed}=”12″SYSFS{version}=” 1.10″looking at the
    device chain at
    ‘/sys/devices/pci0000:00/0000:00:01.3’:BUS=”pci”ID=”0000:00:01.3″SYSFS{class}=”0x0c0310″SYSFS{detach_state}=”0″SYSFS{device}=”0x7001″SYSFS{irq}=”9″SYSFS{local_cpus}=”1″SYSFS{subsystem_device}=”0x7000″SYSFS{subsystem_vendor}=”0x1039″SYSFS{vendor}=”0x1039″looking
    at the device chain at
    ‘/sys/devices/pci0000:00’:BUS=””ID=”pci0000:00″SYSFS{detach_state}=”0″Nah, sekarang saatnya
    bermain dengan UDEV …. File yang kita mainkan cukup dengan file yg sudah ada saja …
    /etc/udev/rules.d/50-udev.rules Tambahkan di baris2 terakhir saja … seperti berikut
    BUS=”usb”, ID=”2-1.1″, NAME=”tty USB0″, SYMLINK=”gsm-modem1″BUS=”usb”, ID=”2-1.2″, NAME=”tty
    USB1″, SYMLINK=”gsm-modem2″BUS=”usb”, ID=”2-1.3″, NAME=”tty USB2″,
    SYMLINK=”gsm-modem3″BUS=”usb”, ID=”2-1.4″, NAME=”tty USB3″, SYMLINK=”gsm-modem4″BUS=”usb”,
    ID=”2-2.1″, NAME=”tty USB4″, SYMLINK=”gsm-modem5″BUS=”usb”, ID=”2-2.2″, NAME=”tty USB5″,
    SYMLINK=”gsm-modem6″BUS=”usb”, ID=”2-2.3″, NAME=”tty USB6″, SYMLINK=”gsm-modem7″BUS=”usb”,
    ID=”2-2.4″, NAME=”tty USB7″, SYMLINK=”gsm-modem8″Symlink merupakan symbolic link dari tty USB0
    ke sebuah file tersendiri yg kita sukai.

    Jangan lupa jalankan:udevstartuntuk mengaktifkan konfigurasi tadi. Popularity: 5%[?]

  • Problem patching Solaris, gagal boot kernel dengan pesan “Couldn’t load stub module> sched/TS_DPTBL”

    Sekedar menulis, sapa tau ada yg memerlukan. Kasus: setelah melakukan patching di Solaris 8,
    lalu direboot. Boot Gagal, dengan pesan “Couldn’t load stub module> sched/TS_DPTBL”Solusi:1.
    Masuk ke “Rescue Mode”2.

    Copy dari direktory /kernel/a/b/c/d/e/f/g/h/i/j/k/l/m/n/o/p/sched ke /kernel/sched3. Copy dari
    direktory /usr/kernel/a/b/c/d/e/f/g/h/i/j/k/l/m/n/o/p/sched ke /usr/kernel/sched4. Hasil yang
    diharapkan adalah:# find /usr/kernel/sched -type
    f/usr/kernel/sched/sparcv9/IA/usr/kernel/sched/sparcv9/RT/usr/kernel/sched/sparcv9/RT_DPTBL/usr/kernel/sched/IA/usr/kernel/sched/RT/usr/kernel/sched/RT_DPTBL#
    find /kernel/sched -type
    f/kernel/sched/sparcv9/TS/kernel/sched/sparcv9/TS_DPTBL/kernel/sched/TS/kernel/sched/TS_DPTBLSilahkan
    boot lagi! PS: Ingat2 kl partisi nya di-mirror, utk edit masing2 partisi.

    Popularity: 6%[?]

  • YM7 Emoticons buat Adium

    Di suatu malam, aku menghabiskan waktu 2 jam untung membuat emoticons YM7 untuk Adium. Semua
    source ada di webnya Yahoo, aku cuman membuat file yang berisi terjemahan key combination dg
    icon smiley. Hasilnya berikut:YM7 Emoticons untuk Adium Url di Adium
    Xtras:http://adiumxtras.com/index.php?a=xtras&xtra_id=1878Popularity: 5%[?]

  • Boot “Rescue Mode” di Solaris via CD

    Biar gak lupa, cara boot “rescue mode” pake cd di Solaris Aku tulis singkat pada aja ya …1.
    Pencet tombol “Stop – A”2. Masukkan CD Installasi ke CDROM3. pas keluar boot prompt, ketik
    “boot cdrom -s”4. pas udah masuk shell, ketik “mount /dev/dsk/c0t0d0s0 /mnt”, dst…
    Popularity: 5%[?]

  • Sedikit Tutorial ttg IPFilter di Solaris

    IP Filter -http://coombs.anu.edu.au/~avalon Berikut aku cuplik sebagian dari
    /etc/opt/ipf/ipf.conf :block in allpass in proto tcp from any to any flags A/Apass in proto udp
    from any port = 53 to anypass in on lo0pass out on lo0pass out allpass in proto tcp from
    10.2.2.73 to any port = 22pass in proto tcp from 10.2.2.46 port = 22 to 10.2.2.0/255.255.255.0
    port = 22Artinya:1. Tutup semua koneksi yg masuk2. Buka jalan utk koneksi TCP masuk yg ber-flag
    established3. Buka jalan buat balikan DNS request4.

    Buka keluar masuk di interface localhost5. Buka semua jalan keluar6. Buka jalan masuk TCP dari
    10.2.2.73 ke host mana pun dg tujuan port 227. Buka jalan masuk TCP dari 10.2.2.46 port 22 ke
    network 10.2.2.0/255.255.255.0 dg tujuan port 22Semoga contoh2 ini mewakili semua kemungkinan
    yang bisa kita buat/implement dengan IPF ini.

    Popularity: 12%[?]

  • HD MacOS X tau2 Penuh!

    Hari ini aku kaget banget, begitu nyala’in i Book .. lsg dapet warning “low space” … nah lho
    … perasaan terakhir nyisain beberapa gb.Selidik punya selidik … aku menemukan sesuatu
    …/Library/Logs/Console Di sana, aku nemu log console yg ukurannya bisa sampe 12Gb …. gile
    bener … begitu diapus, lsg lega lagi HD i Book ku Buat aku, ini hal yang baru … Mudah2an
    bermanfaat buat yg laen Shinchan G4:/Library/Logs/Console root# du -cs * | sort -n46664 Mas
    Saint12099196 50112145860 total Shinchan G4:/Library/Logs/Console root# cd 501/Shinchan
    G4:/Library/Logs/Console/501 root# lsconsole.log console.log.2 console.log.5
    console.log.8console.log.0 console.log.3 console.log.6 console.log.9console.log.1 console.log.4
    console.log.7Shinchan G4:/Library/Logs/Console/501 root# du -cs * | sort -n8 console.log.412
    console.log.112 console.log.236 console.log.744 console.log.352 console.log.564 console.log88
    console.log.8196 console.log.624528 console.log.912074156 console.log.012099196 total
    Popularity: 4%[?]

  • Buat Yang Mau Jalan2 (Piknik) ke Luar Negri

    Belajar dari pengalaman waktu aku en Yuni ke Frankfurt, sebuah kota di Jerman yang cukup asing
    bagi kita berdua … di mana kita ke sana tanpa persiapan … di mana kita akan tidur Daripada
    bingung2 cari tempat pas udah sampe di kota nya, lebih baik booking or kumpulkan informasi
    sebelum pergi ke tujuan. Nah tempat untuk mencari informasi yg cukup baik adalah
    …http://hotels.bargaintravel.com Salah satu buktinya, kita menginap di hotel Tourist deket
    Hauptbannhof FRA en hotelnya cukup bersih, murah en ada Wi Fi gratisdan ternyata ada juga di
    hotels.bargaintravel.com juga, dgn price yg sama.

    Jadi siapkanlah semua perbekalan sebelum maju ke medan perang! MERDEKA! Popularity: 4%[?]

  • Bikin VPN Server di Linux

    Ada beberapa cara membangun koneksi VPN, antara lain (yg populer):PPTP
    -http://poptop.sourceforge.net/L2TP over IPSec -http://l2tpd.snapgear.org/IPSec
    -http://openswan.org SSL -http://openvpn.org Aku akan coba jelaskan satu per satu cara
    membuatnya:1. PPTPDownload & install source / install dr RPMHal selanjutnya, edit file
    /etc/pptp.confoption /etc/ppp/options.pptpdlocalip [IP_interface_lokal_yg_konek_ke_LAN]remoteip
    [range_IP_buatan_utk_alokasi_client_contoh:192.168.0.101-103]Edit file
    /etc/ppp/options.pptpdlocknopcompnoauthdebugdefaultroutename pptpdproxyarpasyncmap
    0refuse-chaprefuse-mschaprequire-mschap-v2require-mppelcp-echo-failure 30lcp-echo-interval
    5ipcp-accept-localipcp-accept-remoteallow-ip [ip_remote_yg_boleh mengakses]ms-dns
    [dns_server_lokal_network_yg_diakses]ms-wins
    [wins_server_lokal_network_yg_diakses]proxyarpdebugdumplocknobsdcomplogfile /var/log/pptp.log
    Buka Firewall untuk TCP port 1723 dan PROTO GRE-A INPUT -i eth0 -p tcp –dport 1723 -j ACCEPT-A
    INPUT -p gre -j ACCEPTBerdasarkan artikel yang aku baca, gunakan authentikasi EAP-TLS
    (pengganti MSCHAP2), katanya ini yg lebih baik … tp belum sempet ditest apakah PPTP Client yg
    standard di Windows en Mac OS X support.2. IPSECIPSec di Linux sebenarnya dipelopori oleh
    software Free SWAN, namun Free SWAN sudah tidak diteruskan lagi oleh pengembangnya, tapi versi
    2.06 cukup handal bisa dipasang di kernel 2.4 dan 2.6. Ada 2 group yg meneruskan development
    dari Free SWAN :Open SWAN -http://openswan.org Strong SWAN -http://strongswan.org Open SWAN
    lebih populer dari Strong SWAN, dan berdasarkan pengalaman pribadi …

    Open SWAN lebih fleksibel dibanding Strong SWAN, ada beberapa arsitektur VPN yang sedikit
    lebih rumit dikonfigurasi di Strong SWAN. Kelebihan lainnya, Open SWAN sudah dibikin RPM nya
    utk Fedora .. hehehehehee Cara nginstall :Download n Install dari Source atau Install dari RPM
    (yum)edit /etc/ipsec.confversion 2.0config
    setupinterfaces=%defaultrouteklipsdebug=noneplutodebug=nonenat_traversal=yes—> baris version
    ini perlu ada dan sesuai dengan versi freeswan yang digunakan.—> nat_traversal utk memungkinkan
    koneksi dari IP Private (NAT)Tambahkan di ipsec.confconn
    vpn-ipsecauthby=secretpfs=noleft=[ip_client/format_laen_contoh_%any]right=[ip_interface_yg_dikonek_oleh_client/format_laen]rightsubnet=[network_address_network_lokal]/[subnet_contoh_24]auto=addkeyingtries=0—->
    right atau left boleh dibolak-balik, rightsubnet tidak perlu ditulis kalo konfigurasi VPN yang
    dilakukan adalah HOST-to-HOST, rightsubnet hanya diperlukan untuk HOST-to-NETWORK.—->
    authby=secret, kl mau otentikasi dengan Pre-Shared Key (semacam password). Bisa juga dengan
    Certificate … authby=rsasig Buat file /etc/ipsec.secrets untuk menyimpan presharedkey atau
    certificate Contoh:: PSK “[ketik_di_sini_utk_passwordnya]”: RSA {# RSA 2192 bits
    terowongan.1rstwap.com Tue Aug 2 18:56:23 2005# for signatures only, UNSAFE FOR
    ENCRYPTION#pubkey=0s AQ…… Modulus: 0xa0……..

    Public Exponent: 0x03# everything after this point is secret Private Exponent:
    0x1a….}[ip_client] [ip_server]: PSK “[ketik_di_sini_utk_passwordnya]”Buka Firewall untuk UDP
    port 500 dan PROTO ESPContoh:-A INPUT -i eth0 -p udp –dport 500 -j ACCEPT-A INPUT -p esp -j
    ACCEPT3. L2TP via IPSec Sayang banget, proyek pengembangan server L2TP utk Linux juga sudah
    berhenti, tp masih ada yg bikin mirrornya …http://l2tpd.snapgear.org Pertama kita perlu
    install dulu IPSEC nya, dan pasang konfigurasi seperti ini :Untuk Client Win98/XP yg belum
    update SP2/Mac OS Xconn
    vpn-l2tp-ipsecauthby=secretpfs=noleft=[ip_client/format_laen_contoh_%any]leftprotoport=17/0right=[ip_interface_yg_dikonek_oleh_client/format_laen]rightprotoport=17/1701rightsubnet=[network_address_network_lokal]/[subnet_contoh_24]auto=addkeyingtries=0Untuk
    Client XP SP2conn
    vpn-l2tp-ipsecauthby=secretpfs=noleft=[ip_client/format_laen_contoh_%any]leftprotoport=17/1701right=[ip_interface_yg_dikonek_oleh_client/format_laen]rightprotoport=17/1701rightsubnet=[network_address_network_lokal]/[subnet_contoh_24]auto=addkeyingtries=0—>
    Perhatikan baris lefprotoport dan rightprotoport. Itu yg membedakan dengan konfigurasi IPSEC
    (tanpa L2TP dan L2TP utk XP/Mac OSX dengan L2TP utk XP SP2). Install L2TPDEdit file
    /etc/l2tpd/l2tpd.conf[global]port = 1701[lns default]ip range =
    [alokasi_range_ip_utk_client_contoh:_192.168.2.1-192.168.2.100]local ip =
    [ip_lokal_utk_konek_ke_LAN]require chap = yesrefuse pap = yesrequire authentication = yesname =
    [nama_VPN_bebas]ppp debug = yespppoptfile = /etc/ppp/options.l2tpdlength bit = yes Edit / Bikin
    file /etc/ppp/options.l2tpdms-dns [dns_server_di_LAN]ms-wins
    [wins_server_di_LAN]require-mschap-v2ipcp-accept-localipcp-accept-remoteauthcrtsctsidle 1800mtu
    1400mru 1400nodefaultroutenodetachdebuglockconnect-delay 5000dumplogfd 2logfile
    /var/log/l2tpd.logallow-ip [ip_client_yg_boleh_pake_l2tp]Sekarang tinggal buka Firewall nya,
    TCP port 1701 dan UDP port 500 dan PROTO ESP.

    Contoh:-A INPUT -i eth0 -p tcp –dport 1701 -j ACCEPT-A INPUT -i eth0 -p udp –dport 500 -j
    ACCEPT-A INPUT -p esp -j ACCEPT4. Open VPN (SSL)Download source nya
    darihttp://openvpn.org(mending dari source aja, krn dilengkapin ama script2 buat generate
    certificatenya, biar gampang)Setelah kelar make dan make install, masuk ke direktori source
    “easy-rsa”, jalankan :export D=/etc/openvpnexport KEY_CONFIG=$D/openssl.cnfexport
    KEY_DIR=$D/keysexport KEY_SIZE=1024export KEY_COUNTRY=IDexport KEY_PROVINCE=”DKI Jakarta”export
    KEY_CITY=”Jakarta Selatan”export KEY_ORG=”[nama_pt]”export
    KEY_EMAIL=”dicky.wahyu@gmail.com”export
    KEY_COMMON=”[namalengkap/FQDN_host_yg_dipasangin_vpn]”Copy openssl.cnf dr dir easy-rsa ke
    /etc/openvpn Setelah itu jalankan script “./clean-all” dr direktori “easy-rsa”Jalankan
    “./build-ca”Jalankan “./build-key-server server”Jalankan “./build-key client” dan teruskan
    jalankan “./build-key client2″ dst, tergantung jumlah client yg dibolehkan mengakses. Jalankan
    “./build-dh”, waktu menjalankan perintah ini, bisa sangat lama sekali … tergantung komputer
    dan panjang byte dr key (ada di vars)Kl udah semua, skrg musti bikin
    /etc/openvpn/server.confport [tcp/udp_port_utk_tunnel_contoh:1234]proto [udp/tcp]ca
    /etc/openvpn/keys/ca.crtcert /etc/openvpn/keys/server.crtkey /etc/openvpn/keys/server.keydh
    /etc/openvpn/keys/dh1024.pemserver
    [network&subnet_utk_alokasi_ip_address_utk_client_contoh:192.168.0.0_255.255.255.0]user
    nobodygroup nobodypersist-keypersist-tunstatus openvpn-status.logverb 2dev tunpush
    “[routing_IP_LAN_yang_akan_dipasang_di_client_contoh:_route_202.155.0.0_255.255.255.0]”keepalive
    10 120comp-lzo Di sisi client, perlu meng-copy file “ca.crt”, “client.key”, “client.crt” yang
    sudah digenerate tadi. Ada beberapa catatan tentang Openvpn ini:Openvpn ini agak memiliki
    kelemahan untuk tunneling bandwidth besar, sepertinya overhead untuk enkripsinya sangat besar
    sekali, yg menyebabkan beberapa point berikutnya.

    Usahakan sebisa mungkin untuk menggunakan LZO (untuk kompresi data)Gunakan UDP (jangan TCP,
    krn biasanya TCP akan bermasalah dengan Queue Data apalagi kl tanpa LZO)Saat melewatkan data yg
    besar, shg menyebabkan enkripsi bekerja keras … efeknya seakan2 koneksi terganggu seperti
    terputus / lag. Melihat beberapa alternatif yang sudah pernah dicoba, kesimpulan sementara
    mengenai metode VPN yg cukup meyakinkan adalah: L2TP over IPSec… perlindungan ganda, dari
    L2TP dan IPSec nya … paling rumit tapi jaminan keamanan lebih terjamin. Semuanya tetep
    tergantung dari yg nginstallin PPTP merupakan alternatif paling mudah dan paling universal,
    tetapi mengenai enkripsi MS-CHAPv2 masih sedikit meragukan tentang keamanannya, aku pernah baca
    bahwa enkripsi ini “bisa” dihack.

    Sedangkan EAP sendiri, aku msh belum ngerti kemungkinannya. (maklum rada baru soal ginian,
    sejauh ini banyak yg bilang PEAP-MSCHAPv2 … jd bingung, lg googling)Open VPN cukup secure, tp
    kayaknya kurang applicable utk hal2 yg mengharapkan performansi yg tinggi. Semoga membantu List
    VPN Client:Windows 98 : MS DUN 1.4 (PPTP), MSL2TP, Cisco VPN Client, Open VPN client Windows XP
    : Builtin VPN Client (PPTP & L2TP), Open VPN client Mac OS X : Builtin VPN Client (PPTP &
    L2TP), IP Securitas (IPSec), Tunnel Blick (Open VPN)Popularity: 14%[?]