Abis nonton acara diskusi di Anteve malem ini soal Ujian Nasional. Banyak yang kecewa soal
sistem pendidikan yang baru ini, krn *sejauh yang saya tangkep* seorang siswa hanya dinyatakan
lulus jika nilai ujiannya *tidak* jelek di semua mata ujiannya. Berbeda dengan jaman ku dulu,
yang penting adalah nilai akumulasi dari semua mata ujian, biarpun ada yang nilai nya ancur
sekali. Dan selain tidak dinyatakan lulus, mereka juga tidak diberikan ijasah.
Lalu salah seorang pembicara dalam acara diskusi tsb menyatakan bahwa ujian nasional ini
merupakan alat ukur untuk mengetahui kualitas pendidikan Indonesia, daerah mana saja yang perlu
ditingkatkan, dan ada kata2 yg menyedihkan yang tidak layak disebutkan di depan umum “bahwa
kualitas pendidikan Indonesia di bawah Malaysia”. Kalo mau ngukur kualitas pendidikan, mau cari
wilayah yang kurang alias perlu ditingkatkan, bukan dengan cara “dodol” seperti ini! Anda bisa
mengukur mutu pendidikan, dari nilai akumulasi hasil ujian utk liat gambaran umum nya, dan Anda
bisa menganalisa nilai lebih detil nantinya … mata pelajaran mana yang perlu ditingkatkan di
daerah tersebut. Meningkatkan mutu pendidikan dengan mengorbankan siswa ?
Gak salah tuh. Bukannya itu tugas Diknas, justru kl hasil ujian jelek mustinya yg “GAK LULUS”
itu orang2 di Kementerian Pendidikan Nasional ? Benahi pendidikan nya jgn bereksperimen pada
siswa. Nasib mereka tergantung dari ini!*admin sebel*Popularity: 7%[?]