Linux, Sistem Operasi Alternatif

Written by

in

Sumber: Pikiran Rakyat, Bandung Raya — Kamis, 06 Mei 2004
Arsip: web.archive.org

Mahalnya lisensi windows ditambah maraknya virus dan worm, menjadikan linux sebagai operating system (sistem operasi) alternatif. Apalagi, linux dikenal dengan konsep open source, yaitu membebaskan software beserta source code untuk didistribusikan, digunakan atau dikembangkan semua orang.

Praktisi teknologi informasi Dicky Wahyu Purnomo dalam seminar yang digelar Jurusan Teknik Informatika Universitas Pasundan, belum lama ini mengatakan, mayoritas aplikasi yang terinstall di komputer adalah software bajakan. Sementara linux bisa didapatkan dengan download dari internet ke situs www.redhat.com, www.mandrakesoft.com, www.suse.com, www.knopper.net/knoppix, www.debian.org., dsb.

Ia menjelaskan, linux adalah sebuah sistem operasi menyerupai unix yang pertama kali dikembangkan Linus Torvalds sejak 1991 sebagai hobi. Saat itu, Linus masih kuliah di University of Helsinky. Ia terinspirasi minix dengan idealismenya free unix on intel-based machine (unix gratis di mesin berbasis intel). Sistem linux lalu dikembangkan komunitas secara open source di bawah naungan lisensi GNU (General Public License).

“Untuk belajar linux tinggal baca dokumentasi. Banyak dokumentasi di internet yang gratis, misalnya www.linux.com, www.linux.org, www.bandung.linux.or.id, dsb,” paparnya. (A-56)***