Blog

  • Mengubah Folder yang Warna Abu-Abu Karena Gagal Copy (Terputus) di Mac

    Trick untuk menjadikan Folder yang gagal copy akibat terputus saat proses copy di tengah jalan, biasanya gara-gara Harddisk tercabut, atau koneksi terputus karena via jaringan, dan sejenisnya tapi folder tersebut masih ada di lokasi target dan warnanya masih abu-abu.

    Biasanya kalau data yang tercopy masih sedikit, bisa dihapus dulu folder yang abu-abu itu dulu, karena tidak bisa ditiban/timpa/overwrite, kalau folder itu masih ada dan dicopy ulang makan akan muncul folder baru dengan nama sama tapi ada tambahan ” 2″ di belakangnya.

    Nah solusi ini bisa digunakan jika data yang sudah tercopy cukup banyak, dan kita ingin melanjutkan sisa copy data yang tertinggal saja.

    Yang harus dilakukan adalah mengubah folder abu-abu itu menjadi folder biasa dulu.
    Command nya adalah:

    SetFile -d 11/09/2016 namafolder

    Setelah itu kamu bisa mengcopy file yang tersisa ke dalam folder tersebut

  • Konek WiFi di Linux secara Manual via Command line (CLI) / Terminal

    Pertama-tama cari tau dulu nama device WiFi kamu di linuxnya, misal wlp2s0

    Lalu kita simpan passphrase WiFi di file, dengan command berikut

    wpa_passphrase [WiFi_ESSID] [WiFi_passphrase] | sudo tee /etc/wpa_supplicant.conf

    Kemudian kita set WiFi untuk konek ke ESSID tersebut dengan command:

    iwconfig wlp2s0 essid [WiFi_ESSID]

    Lalu kita jalankan perintah ini utk membaca passphare WiFi nya

    wpa_supplicant -c /etc/wpa_supplicant.conf -i wlp2s0

  • Mematikan DNS Lokal Ubuntu

    Sebelum edit file /etc/resolv.conf, sebaiknya mematikan servicenya dulu

    systemctl disable systemd-resolved.service

    Setelah itu baru kita mulai edit /etc/resolv.conf

  • Mengaktifkan /etc/rc.local di Ubuntu

    Pertama kita create file ini dulu

    /etc/systemd/system/rc-local.service

    Yang isi nya seperti berikut:

    [Unit]
     Description=/etc/rc.local Compatibility
     ConditionPathExists=/etc/rc.local
    
    [Service]
     Type=forking
     ExecStart=/etc/rc.local start
     TimeoutSec=0
     StandardOutput=tty
     RemainAfterExit=yes
     SysVStartPriority=99
    
    [Install]
     WantedBy=multi-user.target

    Lalu kita isi file /etc/rc.local dengan barisan perintah yang akan dijalankan saat system baru boot up,k emudian jangan lupa beri permission utk execute (chmod +x)

    chmod +x /etc/rc.local

    Jika sudah siap, maka langkah berikutnya adalah mengaktifkan rc.local agar selalu dijalankan setiap awal boot up system, dengan perintah berikut:

    systemctl enable rc-local

  • Pesan Error yg gengges di apt-get abis Install FreeRadius-MySQL di Ubuntu

    Solusinya:

    Edit file

    /var/lib/dpkg/info/freeradius-mysql.postinst
    

    Ubah barisan ini dari force-reload jadi restart…

     if [ -x "`which invoke-rc.d 2>/dev/null`" ]; then invoke-rc.d freeradius force-reload else /etc/init.d/freeradius force-reload fi ;;

    jadi kayak gini…

    if [ -x "`which invoke-rc.d 2>/dev/null`" ]; then
         invoke-rc.d freeradius restart
        else
          /etc/init.d/freeradius restart
        fi
    ;;
    
  • Setting Timezone di Ubuntu

    Lsg aja yes…

    dpkg-reconfigure tzdata
  • Solusi vsFTPd Connection timed out pada saat directory listing

    Lsg aja tu-de-poin…

    Command: PASV Response: 227 Entering Passive Mode (192,168,10,46,14,20)
    Command: LIST Error: Connection timed out
    Error: Failed to retrieve directory listing.
    

    Berikut bbrp baris di vsftpd.conf yang harus diperhatikan:

    listen=YES
    listen_ipv6=NO

    connect_from_port_20=YES
    pasv_enable=YES
    pasv_addr_resolve=YES
    pasv_address=namahost.server.kamu
    pasv_min_port=4242
    pasv_max_port=4243

    Untuk kasus yg saya alamin, 2 baris pertama yg di-Bold yg penting dan jd biangnya… 2 baris ini mengatakan bahwa vsftpd hanya running di IPv4 dan tidak di IPv6, begitu diganti koneksi langsung normal kembali.

  • Mempersiapkan Diri untuk Perdana 5K ala PelariCupu

    Mempersiapkan Diri untuk Perdana 5K ala PelariCupu

    Artikel ini ditujukan untuk rekan-rekan yang ingin mencoba lari 5K perdana di event, dengan asumsi bahwa rekan-rekan belum pernah berlari 5K, bukan atlit, dan baru ingin memulai lari…

    Pada umumnya 5K di event lari memiliki batas waktu sekitar 60 menit atau 1 jam, artinya pace paling lambat untuk menyelesaikan event 5K adalah pace 12′ (12 menit utk 1 km), pace ini relatif sangat aman dikarenakan secara rata2 kecepatan orang berjalan kaki adalah sekitar 12 menit utk 1 km atau pace 12′, dengan catatan tidak sambil lihat handphone atau belok sana sini ya.

    Di satu sisi ini adalah faktor yang bisa memotivasi rekan-rekan agar tidak terlalu takut untuk mengikuti event race 5k, di sisi lain menurut pendapat saya event lari 5K adalah bentuk pembuktian diri dari hasil latihan lari yang rekan-rekan sudah lakukan selama ini, yaitu seberapa cepat bisa menyelesaikan 5k tanpa berhenti, tanpa diselingi jalan kaki.

    Nah untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi event 5K, berikut step2 yang saya pernah lakukan dan Insha Allah bisa bermanfaat bagi rekan-rekan:

    1. Berusaha memulai lari non-stop semampunya lalu hitung jaraknya, usahakan berlari bukan secepat-cepatnya, namun senyaman mungkin untuk nafas dan kakinya. (Teknik bernafas dan cara berlari yang baik dapat dilihat di artikel lain, atau silahkan browsing Youtube).

      Sebelum saya mulai terbiasa lari, saya selalu mengalami masalah pada nafas dan nyeri pada tulang kering, hal ini saya rasakan dari sejak kecil hingga umur 36 tahun.

    2. Rutinkan kegiatan tersebut, minimal 1 minggu 2x, 1 hari di wiken dan 1 hari lagi di tengah2 minggu. Contoh Rabu dan Minggu.
      Dalam kegiatan yang rutin tersebut, usahakan Anda menyelesaikan lari dengan tidak mengurangi jarak tempuh terjauh yang sudah pernah dicapai dengan nonstop.
      Contoh: kalau sudah mampu berlari 2.5km nonstop, maka selalu berusaha untuk berlari 2.5km nonstop dan berusaha untuk menambah jika masih mampu dan nyaman.

      Kuncinya adalah berlari dengan nyaman

    3. Usahakan setidaknya setiap 2 minggu untuk meningkatkan jarak tempuh nonstopnya secara bertahap, saran saya tambahkan 500m per proses, hingga akhirnya tercapai 5km nonstop.

      Jangan pernah melakukan penambahan jarak secara drastis.

    4. Apabila Anda sudah mencapai 5km nonstop, maka sekarang perhatikan catatan waktunya. Lalu cobalah diperbaiki pada setiap latihannya. Yang perlu diperhatikan adalah kestabilan pace dari km ke km. Tidak perlu memaksakan kecepatan tinggi diawal lari, kemudian kehilangan tenaga kemudian.

    Untuk tipikal orang yang tidak pernah berolah raga selama 35 thn an, dan baru memulai berlari, biasanya 5km pertama nonstop akan berkisar di waktu 50 – 55 menit.

    Untuk melatih kecepatan atau memperbaiki catatan waktu, tipsnya adalah:

    1. Rajin lah berlatih dengan rutin
    2. Fokus pada nyaman berlari, jangan pada angka
    3. Sabar
    4. Latihan
  • Mengenali Cidera pada Pelari dan Tips Menghindarinya

    Mengenali Cidera pada Pelari dan Tips Menghindarinya

    Beberapa hal yang sering dilupakan pelari….

    1. Kenali batas kemampuan diri
    2. Jangan abaikan tanda2 yang diberikan oleh badan kamu
    3. Lari saja tidak cukup, kamu perlu melatih kekuatan otot kaki (strength training)
    4. Jangan terlalu sering melakukan lari kecepatan maksimal scr terus menerus
    5. Istirahat adalah bagian dr latihan
    6. Cross training / olah raga yg lain jg dapat membantu recovery

    12279186_10153830290923159_3242609065590508909_n 12249902_10153830293063159_6276440421524034985_n 12278990_10153830303703159_5228832403992437146_n

    Tips biar ga cidera berlari:
    1. Lakukan jalan kaki ato lari kecil sblm stretching
    2. Lakukan stretching sblm dan sesudah lari, terutama hamstring
    3. Sudahi lari dgn berjalan kaki, jgn langsung duduk ato berdiam diri
    4. Jangan lari tiap hari, harus ada istirahat
    5. Berlari di permukaan relatif rata dan datar
    6. Berlari lah dgn jarak langkah (stride) yg pendek
    7. Lakukan latihan penguatan otot di hari yg tidak berlari
    8. Gunakan sepatu yang tepat dan nyaman
    9. Jangan lupa terpenuhi nutrisi yg dibutuhkan tubuh utk berolahraga, meskipun sedang berdiet
    10. Jangan lupa minum air putih yg cukup

     

    12244465_10153830329218159_1410346007113944909_o 12219479_10153830518688159_932588759186660_n 12278923_10153830536753159_2138357064780836712_n

     

     

     

  • Dilema Pelari antara “Push Your Limit” vs “Know Your Limit” + “Listen to Your Body”

    Dilema Pelari antara “Push Your Limit” vs “Know Your Limit” + “Listen to Your Body”

    Bagi rekan-rekan yang lagi menggandrungi hobi berlari pasti sudah mulai terbiasa dengan jargon atau quote seperti “Push Your Limit”, quote yang memotivasi para pelari agar selalu bisa meningkatkan prestasinya, selalu berkompetisi dengan diri sendiri.

    pushlimit

    Banyak yang menggunakan quote ini untuk memotivasi diri di saat sedang mengikuti event Race lari, dgn maksud memecahkan rekor pribadi alias Personal Best (PB) / Personal Record. Entah ingin mengalahkan catatan waktu diri sendiri, atau mencoba lari jarak jauh yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

    Bukan hal yang buruk dan bukannya saya tidak setuju tentang quote ini, tetapi kebanyakan pelari mengartikan quote ini tanpa memperhatikan hal lainnya. Hal apakah itu yang harus diperhatikan?

    Sudahkah Anda berlatih dengan benar dan tepat dalam rangka tujuan Anda untuk mengalahkan catatan pribadi Anda itu? Atau Anda cuman bermodal tekat alias Nekat?

    Hal yang perlu diperhatikan adalah pernahkah Anda mengukur kemampuan Anda sebelum mendaftarkan diri utk mengikuti sebuah event lari, atau mencoba sesuatu yang baru tersebut?

    Bagaimana cara mengukur kemampuan Anda ini? Caranya dengan berlatih dan berlatih.
    Dengan berlatih, kita bisa mengetahui kemampuan diri melakukan aktivitas lari untuk jarak tertentu dengan kecepatan tertentu, apakah dapat diselesaikan dengan mudah, mengalami kesulitan yang cukup, sangat sulit melakukannya, atau berhasil melakukannya tetapi pada akhirnya mengalami cidera atau memiliki keluhan-keluhan. Dan dengan berlatih, kita bisa bertahap meningkatkan kemampuan kita tersebut, hingga pada akhirnya kita mampu dan yakin dapat menyelesaikan sebuah tantangan baru tersebut dengan baik dan tanpa cidera.

    1. Berlatihlah secara bertahap bebannya, rajin dan konsisten frekuensinya.
    2. Coba ikuti program-progam latihan yang disarankan oleh beberapa situs lari atau aplikasi lari melalui mode coaching.
    3. Janganlah nekat mengikuti event lari jarak jauh, yang Anda sendiri belum pernah merasakan 2/3 atau bahkan 3/4 dari jarak tempuh event tersebut.
    4. Mendengarkan masukan dari pelari yang sudah berpengalaman dapat menambah bekal ilmu.

    tumblr_m33f4b3War1rtx06go1_r1_1280

    Di saat berlari, jangan pernah melupakan hal ini… “Listen to your Body” atau “Dengarkan Tubuhmu”, perhatikan alarm-alarm yang dikeluarkan dari tubuh kita.
    Alarm seperti apakah? Alarm tersebut bisa macam2… Nah bagaimana kita mengetahui apakah itu alarm atau bukan? Apakah kita terlalu manja thd diri kita sendiri dgn mendengarkan alarm-alarm tsb?

    Alarm tubuh adalah segala sesuatu tanda yang dirasakan tidak nyaman oleh tubuh kita, misalkan ketidaknyamanan telapak kaki saat menapak, ketidaknyamanan pundak, ketidaknyamanan nafas, ketidaknyamanan dengkul saat mengayunkan kaki, ketidaknyamanan di kepala seperti gejala pusing, dan lain-lain.

    Setiap gejala ketidaknyamanan yang muncul ini harus diperhatikan, dan jika Anda tahu cara mengatasi ketidaknyamanan tersebut, segera lakukan tindakan untuk menghilangkan ketidaknyamanan tersebut, jangan ditunda! Apabila Anda tidak tahu caranya, tentukan seberapa jauh Anda akan mentolerir ketidaknyamanan itu, karena semakin lama Anda memaksakan diri, semakin besar resiko cidera yang akan Anda alami, dan kemungkinan semakin lama recovery yang Anda perlukan untuk kembali “normal”. Bahkan untuk cidera yang serius, Anda bisa saja kehilangan kesenangan berlari untuk seterusnya.

    Dari sini mudah2an, kita semua bisa menyayangi tubuh kita sendiri, tetap bisa meningkatkan diri “Push Your Limit”, tanpa cidera.

    Be Healthy, Be Safe, and Be FIT!

    Be a Champion!